Platform Deploy Mana yang Cocok
Alur pertanyaan singkat untuk sampai ke satu rekomendasi platform deploy — Netlify, Vercel, Cloudflare, atau GitHub Pages — beserta alasan di balik tiap jawaban.
Membaca tiga perbandingan lalu tetap bingung itu hal biasa. Halaman ini formatnya berbeda: alur pertanyaan yang berhenti begitu kamu sampai ke satu jawaban.
Jawab berurutan dari atas. Berhenti di pertanyaan pertama yang jawabannya "ya".
1. Apakah kamu memakai Next.js?
Ya → Vercel.
Vercel membuat Next.js, dan fitur barunya tersedia penuh di sana lebih dulu. Kamu tidak akan menghabiskan waktu mencari tahu kenapa sesuatu tidak jalan.
Pengecualiannya satu: kalau situsmu komersial, paket Hobby tidak boleh dipakai dan kamu harus berbayar. Kalau itu tidak masuk anggaran, Next.js sekarang berjalan baik di Cloudflare lewat adapter OpenNext — lihat deploy Next.js ke Cloudflare.
Tidak pakai Next.js? Lanjut.
2. Apakah situsmu menghasilkan pendapatan?
Toko online, situs perusahaan, portofolio yang menerima klien, apa pun yang terkait aktivitas komersial.
Ya → Netlify atau Cloudflare.
Paket gratis Vercel tidak boleh dipakai untuk situs komersial. Ini ketentuan penggunaan, bukan batas teknis — tidak ada peringatan apa pun sampai akunmu ditinjau, jadi mudah terlewat.
Antara keduanya: Netlify kalau kamu butuh form kontak tanpa membangun backend, Cloudflare kalau lalu lintasmu besar.
Situs pribadi atau project belajar? Lanjut.
3. Apakah lalu lintasmu besar, atau kamu berharap begitu?
Puluhan ribu kunjungan sebulan ke atas, dan situsnya sebagian besar statis.
Ya → Cloudflare.
Cloudflare tidak menghitung permintaan berkas statis sama sekali — tidak di paket gratis, tidak di berbayar. Yang dihitung hanya kode server yang benar-benar dijalankan. Untuk blog atau dokumentasi yang ramai, ini berarti gratis selamanya, sementara di tempat lain kamu akan menembus kuota bandwidth.
Harganya: pengaturannya lebih eksplisit, dan kalau kamu memakai kode server ada batas waktu CPU 10 ms per permintaan di paket gratis.
Lalu lintas biasa saja? Lanjut.
4. Apakah kamu butuh form kontak?
Ya → Netlify.
Tambahkan satu atribut ke tag form, dan submission-nya masuk ke dashboard. Tanpa backend, tanpa layanan pihak ketiga, tanpa biaya sampai 100 submission per bulan.
<form name="kontak" method="POST" data-netlify="true">
Ini fitur yang tidak ada padanan langsungnya di Vercel maupun Cloudflare, dan untuk situs statis dengan halaman kontak ia menghemat pekerjaan nyata.
Tidak butuh form? Lanjut.
5. Apakah situsmu dokumentasi atau blog dari generator statis?
Hugo, Jekyll, atau dokumentasi project yang repositorinya publik.
Ya → GitHub Pages layak dipertimbangkan.
Tidak ada akun tambahan, situsnya hidup bersama kodenya, dan tidak ada batas menit build untuk repositori publik. Untuk kasus ini ia sudah cukup.
Tapi periksa dulu apakah salah satu ini berlaku:
- Situsmu SPA dengan routing sisi klien — GitHub Pages tidak punya rewrite yang benar, dan akal-akalannya tetap mengembalikan status 404 ke mesin pencari.
- Kamu butuh redirect — tidak didukung sama sekali.
- Kamu butuh deploy preview per pull request — tidak ada.
- Repositorimu privat dan akunmu gratis — perlu berbayar.
Kalau salah satunya berlaku, lanjut ke bawah.
6. Kalau sampai di sini: Netlify
Kamu tidak punya kebutuhan yang mengunci ke platform tertentu, dan itu artinya pilihanmu tidak penting-penting amat.
Ambil Netlify. Ia paling seimbang untuk kasus umum: mudah dipakai, dokumentasinya jelas, paket gratisnya boleh untuk komersial, dan punya semua yang biasanya dibutuhkan.
Kalau nanti ternyata kurang cocok, memindahkan situs statis ke platform lain cuma pekerjaan satu jam.
Ringkasan alurnya
| Kondisi | Rekomendasi |
|---|---|
| Next.js, non-komersial | Vercel |
| Next.js, komersial, hemat | Cloudflare |
| Komersial + butuh form | Netlify |
| Komersial + lalu lintas besar | Cloudflare |
| Lalu lintas besar, situs statis | Cloudflare |
| Butuh form | Netlify |
| Dokumentasi atau blog Hugo/Jekyll | GitHub Pages |
| Selain di atas | Netlify |
Tiga hal yang tidak perlu jadi pertimbangan
Supaya kamu tidak terjebak membandingkan hal yang tidak menentukan:
- Kecepatan CDN. Keempatnya punya jaringan edge global yang sangat baik. Selisihnya tidak akan dirasakan pengunjungmu.
- Kemudahan pemakaian. Ketiga yang teratas sama-sama sederhana. Yang bilang salah satunya jauh lebih mudah biasanya cuma lebih terbiasa dengan yang satu itu.
- Dukungan framework selain Next.js. Untuk Astro, Hugo, Eleventy, SvelteKit, Nuxt, React, atau Vue — semua platform menanganinya dengan baik.
Yang justru layak dipertimbangkan sejak awal
- Aturan komersial. Ini satu-satunya yang bisa membuatmu melanggar ketentuan tanpa sadar.
- Model biaya saat tumbuh. Cloudflare tidak menghitung aset statis. Vercel menghitung banyak komponen berdasarkan pemakaian, jadi lonjakan lalu lintas langsung terasa.
- Fitur yang mengunci. Netlify Forms, Netlify Identity, atau penyimpanan Cloudflare enak dipakai tapi membuat perpindahan jadi mahal. Sadari itu sebelum bergantung terlalu dalam.
Langkah berikutnya
Sudah punya jawaban? Panduan langkahnya:
- Upload website HTML/CSS ke Netlify
- Deploy React ke Netlify
- Deploy Next.js ke Vercel
- Deploy Astro ke Cloudflare
- Deploy Hugo ke GitHub Pages
Masih ingin membandingkan sendiri? Lihat perbandingan tiga arahnya, atau mulai dari panduan lengkap deploy website.