Panduan

Hosting Website Statis

Panduan memilih hosting situs statis: bedanya dari hosting biasa, perbandingan Netlify, Vercel, Cloudflare, GitHub Pages, dan batas gratisnya.

Hosting statis adalah layanan yang menyajikan berkas HTML, CSS, dan JavaScript apa adanya — tanpa menjalankan kode server, tanpa database. Karena pekerjaannya jauh lebih ringan, hampir semua penyedia memberikannya gratis untuk pemakaian wajar.

Halaman ini membandingkan pilihan yang ada, dan menjelaskan batas-batas yang perlu kamu tahu sebelum memilih.

Situsmu statis atau tidak?

Jawab satu pertanyaan: apakah semua pengunjung melihat halaman yang sama pada saat yang sama?

Kalau ya, situsmu statis. Ini mencakup lebih banyak hal daripada dugaan orang: blog, dokumentasi, portofolio, landing page, situs perusahaan, katalog produk, undangan, dan situs berita.

Kalau ada bagian yang berbeda per pengunjung — nama yang login, isi keranjang, dasbor pribadi — bagian itu butuh sesuatu yang lain. Tapi biasanya cuma bagian, bukan seluruh situs. Selebihnya tetap bisa statis.

Form dan komentar tidak membuat situsmu jadi tidak statis

Form kontak bisa ditangani layanan bawaan platform. Komentar bisa dititipkan ke layanan pihak ketiga. Pencarian bisa berjalan di browser dari indeks yang dibuat saat build. Ketiganya tidak memerlukan servermu sendiri.

Empat pilihan yang layak

NetlifyVercelCloudflareGitHub Pages
Bandwidth gratis100 GB/bln100 GB/blnTidak dibatasi100 GB/bln
Menit build gratis300/blnBerbasis pemakaianLonggarLonggar
Boleh komersialYaTidakYaYa
Redirect & headerYaYaYaTidak
Serverless functionYaYaYaTidak
Deploy previewYaYaYaTidak
Form bawaanYaTidakTidakTidak
Repositori privatGratisGratisGratisPerlu berbayar

Netlify

Paling seimbang untuk situs statis pada umumnya. Form bawaannya menghemat pekerjaan nyata, dan paket gratisnya boleh dipakai untuk situs komersial.

Batas yang paling mungkin kamu sentuh adalah 300 menit build per bulan — terasa kalau kamu punya beberapa situs di satu akun dan sering push.

Vercel

Paling mulus kalau kamu memakai Next.js, dan tetap bagus untuk situs statis biasa. Deteksi frameworknya nyaris selalu benar.

Paket gratisnya non-komersial

Paket Hobby Vercel tidak boleh dipakai untuk situs yang terkait aktivitas komersial — toko, situs perusahaan, apa pun yang menghasilkan pendapatan. Ini ketentuan penggunaan, bukan batas teknis, jadi tidak ada peringatan apa pun sampai akunmu ditinjau.

Cloudflare

Model biayanya berbeda mendasar: permintaan berkas statis tidak dihitung sama sekali. Untuk situs dengan lalu lintas besar, ini mengubah seluruh hitungannya.

Harganya: pengaturannya lebih eksplisit — kamu akan berurusan dengan berkas wrangler.jsonc dan istilah seperti compatibility_flags. Dan kalau situsmu memakai kode server, ada batas waktu CPU 10 ms per permintaan di paket gratis.

GitHub Pages

Paling sederhana, dan cukup untuk apa yang memang cocok baginya: dokumentasi project, blog Hugo atau Jekyll, portofolio.

Tapi ia benar-benar hanya menyajikan berkas. Tidak ada redirect, tidak ada custom header, tidak ada function, tidak ada deploy preview. Kalau situsmu SPA dengan routing sisi klien, tidak ada cara benar memperbaiki 404 saat refresh — hanya akal-akalan yang tetap mengembalikan status 404 ke mesin pencari.

Memilih dalam tiga pertanyaan

  1. Situsmu komersial? Kalau ya, coret Vercel dari daftar gratis.
  2. Butuh redirect, function, atau preview? Kalau ya, coret GitHub Pages.
  3. Lalu lintasmu besar? Kalau ya, Cloudflare paling murah — sering kali gratis selamanya.

Kalau ketiga jawabannya tidak, ambil Netlify dan jangan pikirkan lagi. Untuk situs statis biasa, keempatnya sama-sama cepat, dan waktu yang habis untuk memilih lebih mahal daripada biaya salah pilih.

Ada versi yang lebih terarah di platform deploy mana yang cocok buat kamu.

Apa yang kamu dapat, gratis

Yang mengejutkan orang yang baru pindah dari hosting berbayar: paket gratis di sini bukan versi lumpuh.

  • CDN global. Situsmu disajikan dari lokasi terdekat dengan pengunjung.
  • Sertifikat SSL. Otomatis, diperbarui sendiri, gratis.
  • Custom domain. Semua platform mendukungnya di paket gratis.
  • Deploy otomatis dari Git. Push, dan situsmu terbit.
  • Riwayat dan rollback. Tiap versi tersimpan dan bisa dikembalikan sekali klik.
  • Tahan lonjakan. CDN tidak peduli situsmu diakses 10 atau 100.000 orang.

Sepuluh tahun lalu daftar ini butuh biaya bulanan dan seorang yang mengurusnya.

Yang tidak kamu dapat

Supaya seimbang, ini yang memang tidak ada:

  • Database. Kamu perlu layanan terpisah kalau butuh menyimpan data.
  • Email. Hosting statis tidak menyediakan alamat email di domainmu.
  • Panel kontrol seperti cPanel. Alurnya lewat Git, bukan lewat mengunggah berkas.
  • PHP. Kalau kamu punya aplikasi PHP, ini bukan tempatnya.
  • Proses yang berjalan terus. Tidak ada tempat menjalankan worker atau cron yang menetap.

Perbandingan lengkap dengan hosting tradisional ada di hosting statis vs shared hosting cPanel.

Domain: beli terpisah

Hosting dan domain adalah dua hal berbeda, dan di dunia hosting statis kamu memang membelinya terpisah.

Beli domain di registrar mana pun, lalu arahkan ke platform hostingmu lewat record DNS. Semua platform di atas menerima custom domain di paket gratis, dan menerbitkan sertifikat SSL-nya otomatis.

Bagian yang paling sering menyulitkan adalah domain root, karena aturan DNS lama melarang CNAME di sana. Langkah lengkapnya ada di panduan custom domain dan SSL.

Kapan paket gratis tidak lagi cukup

Tanda-tandanya biasanya salah satu dari ini:

  • Bandwidth terlampaui — situsmu ramai, atau kamu menyajikan berkas besar. Kalau ini terjadi, Cloudflare layak dipertimbangkan karena tidak menghitung aset statis.
  • Menit build habis — biasanya karena punya banyak situs di satu akun, atau build-mu lambat. Perbaiki dulu kecepatan build sebelum naik paket.
  • Butuh kolaborasi tim — kontrol akses per anggota umumnya fitur berbayar.
  • Situsmu komersial dan kamu di Vercel — ini bukan soal kuota, tapi ketentuan penggunaan.

Langkah praktisnya

Sudah memilih? Panduan langkah demi langkahnya:

Untuk membandingkan dua platform secara langsung, lihat Vercel vs Netlify, Cloudflare vs Vercel, atau GitHub Pages vs Netlify. Untuk ketiganya sekaligus, ada di Vercel vs Netlify vs Cloudflare.