Perbandingan

Vercel vs Netlify vs Cloudflare

Perbandingan tiga platform deploy utama dari sisi yang menentukan: aturan komersial paket gratis, model biaya, dukungan framework, batas runtime, dan fitur bawaan.

Tiga platform ini menguasai hampir seluruh percakapan soal deploy situs modern. Ketiganya cepat, ketiganya punya paket gratis, dan ketiganya bisa menerbitkan situsmu dalam dua menit.

Jadi perbandingan ini melewati bagian yang setara, dan langsung ke empat hal yang benar-benar membedakan.

Jawaban cepat

Kalau kamu...Pilih
Pakai Next.jsVercel
Butuh form tanpa backendNetlify
Punya lalu lintas besarCloudflare
Situsmu komersial dan mau tetap gratisNetlify atau Cloudflare
DNS-mu sudah di CloudflareCloudflare
Pakai Astro, Hugo, EleventyKetiganya setara
Belum tahu, situs kecilNetlify — jangan overthinking

1. Aturan penggunaan komersial

Pembeda paling praktis, dan paling jarang disebut di perbandingan lain.

PlatformPaket gratis untuk situs komersial
NetlifyBoleh
CloudflareBoleh
VercelTidak boleh (paket Hobby)

Kalau situsmu menghasilkan pendapatan — toko, situs perusahaan, portofolio yang menerima klien — paket Hobby Vercel bukan pilihan yang sah, dan kamu harus naik ke paket berbayar.

Tidak ada peringatan otomatis. Situsmu tidak diblokir. Yang terjadi, akunmu bisa ditinjau kapan saja. Banyak orang baru tahu setelah situsnya jalan berbulan-bulan.

2. Model biaya

Ini yang paling terasa setelah situsmu ramai.

Yang dihitungNetlifyVercelCloudflare
Permintaan berkas statisMasuk bandwidthMasuk bandwidthTidak dihitung
Bandwidth gratis100 GB/bln100 GB/blnTidak dibatasi
Menit build gratis300/blnBerbasis pemakaianLonggar
Kode server gratis125.000 panggilan/blnBerbasis pemakaian100.000 panggilan/hari
Optimasi gambarKuota terpisahKuota terpisahKuota terpisah

Baris pertama itu perbedaan mendasar. Di Cloudflare, situs statis dengan sejuta kunjungan sebulan tetap gratis, karena yang dihitung hanya kode server yang benar-benar dijalankan.

Selisihnya menyusut kalau situsmu banyak memakai kode server — di situ ketiganya sama-sama menghitung.

Pasang batas belanja

Vercel menghitung banyak komponen berdasarkan pemakaian: pemanggilan function, durasi eksekusi, optimasi gambar, transfer data. Cerita soal tagihan mengejutkan hampir selalu berasal dari akun yang tidak pernah menyetel batas. Optimasi gambar sering jadi pos terbesar yang tidak disangka.

3. Dukungan framework

FrameworkNetlifyVercelCloudflare
Next.jsBaikTerbaikBaik (lewat OpenNext)
SvelteKitAdapter resmiAdapter resmiAdapter resmi
NuxtPreset otomatisPreset otomatisPreset otomatis
AstroBaikBaikBaik
Hugo, Eleventy, JekyllBaikBaikBaik
React/Vue statisBaikBaikBaik

Untuk situs statis dari generator apa pun, ketiganya setara dan kamu tidak akan merasakan bedanya.

Next.js satu-satunya pengecualian nyata. Vercel membuatnya, dan fitur baru tersedia penuh di sana lebih dulu. Cloudflare sekarang jalan yang sah lewat adapter @opennextjs/cloudflare yang mencapai versi 1.0 pada Februari 2026 — tapi kamu tetap akan sesekali menemui hal yang perlu disesuaikan. Detailnya di deploy Next.js ke Cloudflare.

4. Batas runtime kode server

Kalau situsmu menjalankan kode di server, batasnya berbeda tajam.

NetlifyVercelCloudflare
RuntimeNode.jsNode.jsWorkers
Waktu CPU per permintaanLonggarLonggar10 ms (gratis)
Ukuran kodeBesarBesar3 MB gzip (gratis)

Batas 10 ms itu waktu CPU, bukan waktu total. Menunggu database atau API tidak dihitung — yang dihitung pekerjaan yang benar-benar dilakukan prosesor.

Untuk mayoritas situs itu longgar. Untuk pemrosesan gambar, kriptografi berat, atau pengolahan data besar per permintaan, itu penghalang nyata.

Fitur bawaan yang hanya ada di satu tempat

FiturAda di
Penanganan form tanpa backendNetlify
Autentikasi bawaanNetlify
Split testing antar-branchNetlify
Integrasi Next.js terdalamVercel
Basis data dan penyimpanan di edgeCloudflare
DNS, CDN, dan hosting satu tempatCloudflare

Yang setara di ketiganya

Hal-hal ini sering dibandingkan panjang lebar padahal praktis sama, jadi jangan jadikan dasar keputusan:

  • Kecepatan CDN. Ketiganya punya jaringan edge global yang sangat baik.
  • SSL otomatis. Gratis dan otomatis di ketiganya.
  • Deploy dari Git. Sama alurnya.
  • Deploy preview per pull request. Ada di ketiganya.
  • Rollback sekali klik. Ada di ketiganya.
  • Custom domain di paket gratis. Ada di ketiganya.

Berpindah antar platform

Untuk situs statis, biayanya kecil. Yang perlu diterjemahkan cuma berkas konfigurasi:

KebutuhanNetlifyVercelCloudflare
Berkas konfigurasinetlify.tomlvercel.jsonwrangler.jsonc
Fallback SPA_redirects 200rewritesnot_found_handling
Redirect[[redirects]]redirectsBerkas _redirects

Perbandingan sintaksnya lengkap di setting redirect dan rewrite di hosting statis.

Yang mahal adalah kalau kamu sudah menanam fitur khusus platform — Netlify Forms, Netlify Identity, penyimpanan Cloudflare, atau Server Action yang bergantung pada infrastruktur Vercel. Pertimbangkan itu sebelum bergantung terlalu dalam.

Rekomendasi berdasar jenis situs

Jenis situsPilihanAlasan
Blog atau dokumentasiCloudflareStatis, bisa ramai, gratis selamanya
Portofolio pribadiNetlify atau VercelPaling mudah, keduanya cukup
Situs perusahaanNetlifyForm bawaan, boleh komersial
Aplikasi Next.jsVercelNol gesekan
Toko onlineNetlify atau CloudflareKomersial, hindari Hobby Vercel
Project belajarMana sajaKetiganya gratis

Saran terakhir

Untuk situs kecil, jangan habiskan waktu memilih. Ketiganya gratis, ketiganya cepat, dan memindahkan situs statis antar mereka cuma pekerjaan satu jam. Waktu yang habis untuk membandingkan lebih mahal daripada biaya salah pilih.

Dua hal saja yang benar-benar perlu kamu ingat sejak awal: paket gratis Vercel tidak untuk situs komersial, dan Cloudflare tidak menghitung permintaan aset statis. Sisanya bisa disesuaikan belakangan.

Kalau kamu ingin dituntun sampai satu jawaban, ada di platform deploy mana yang cocok buat kamu. Untuk perbandingan dua-dua, lihat Vercel vs Netlify dan Cloudflare vs Vercel.