Perbandingan

Cloudflare Pages vs Vercel

Perbandingan Cloudflare dan Vercel: model biaya yang berbeda mendasar, batas runtime Workers, dukungan Next.js lewat OpenNext, dan kapan masing-masing masuk akal.

Perbandingan ini berbeda dari Vercel lawan Netlify. Vercel dan Netlify pada dasarnya produk sejenis dengan penekanan berbeda. Cloudflare bukan — ia perusahaan jaringan yang kebetulan juga menyajikan situs, dan itu mengubah hampir semua hitungannya.

Perbedaan terbesarnya satu kalimat: di Cloudflare, permintaan berkas statis tidak dihitung sama sekali. Kalau situsmu ramai, itu mengubah tagihanmu secara mendasar.

Catatan soal nama

Cloudflare Pages dan Cloudflare Workers dulu dua produk terpisah. Sejak 2025–2026, Cloudflare menyatukan arahnya ke Workers dengan static assets, dan itu yang dipakai untuk project baru. Kalau kamu menemukan tutorial yang menyuruh membuat "project Pages", itu jalur lama.

Ringkasan keputusan

Kalau kamu...Pilih
Punya situs statis dengan lalu lintas besarCloudflare
Pakai Next.js dan ingin semuanya mulusVercel
Sudah memakai Cloudflare untuk DNSCloudflare
Situsmu komersial dan ingin tetap gratisCloudflare
Ingin waktu setup paling singkatVercel
Butuh proses yang berjalan lama per permintaanVercel

1. Model biaya

Ini alasan utama orang berpindah ke Cloudflare, dan alasan utama orang bertahan di Vercel.

Vercel menghitung bandwidth, pemanggilan function, durasi eksekusi, dan optimasi gambar. Semuanya adil, tapi artinya lonjakan lalu lintas langsung terasa di tagihan.

Cloudflare tidak menghitung permintaan aset statis sama sekali — tidak di paket gratis, tidak di berbayar. Yang dihitung hanya pemanggilan Worker, yaitu kode server yang benar-benar dijalankan.

Yang dihitungVercel HobbyCloudflare gratis
Permintaan berkas statisMasuk kuota bandwidthTidak dihitung
Bandwidth100 GB per bulanTidak dibatasi untuk aset
Pemanggilan kode serverBerbasis pemakaian100.000 per hari
Penggunaan komersialTidak bolehBoleh

Untuk blog, dokumentasi, atau situs perusahaan yang sebagian besar statis, selisihnya bisa berarti tagihan nol versus tagihan yang naik terus.

Untuk aplikasi yang tiap halamannya dirender per permintaan, selisihnya menyusut — di situ kamu benar-benar memakai kode server, dan keduanya menghitungnya.

2. Batas runtime Workers

Ini harga yang dibayar untuk model tadi, dan kamu perlu tahu sebelum memilih.

Worker berjalan di runtime yang dioptimalkan untuk mulai sangat cepat dan berjalan sangat singkat. Konsekuensinya ada batas yang tidak ada padanannya di Vercel:

BatasCloudflare gratisVercel
Waktu CPU per permintaan10 msJauh lebih longgar
Ukuran kode3 MB setelah gzipLebih besar
RuntimeWorkers (mirip Node)Node.js penuh

Batas 10 ms itu waktu CPU, bukan waktu total. Menunggu respons database atau API tidak dihitung. Yang dihitung adalah pekerjaan yang benar-benar dilakukan prosesor — mengolah data besar, memproses gambar, kriptografi berat.

Untuk mayoritas situs, 10 ms itu longgar. Untuk pekerjaan berat per permintaan, itu penghalang nyata.

3. Next.js di kedua platform

Dulu ini kelemahan terbesar Cloudflare. Sekarang tidak lagi, meski masih tidak setara.

Adapter @opennextjs/cloudflare mencapai versi 1.0 pada Februari 2026, dan sejak Maret 2026 jadi jalur yang direkomendasikan tim Next.js untuk Cloudflare. Ia menjalankan aplikasimu di runtime Node.js, bukan Edge Runtime yang serba terbatas seperti pendahulunya.

Artinya Next.js di Cloudflare sekarang benar-benar bisa dipakai. Tapi:

  • Di Vercel, semuanya jalan tanpa kamu memikirkannya. Fitur baru Next.js tersedia hari itu juga.
  • Di Cloudflare, kamu memasang adapter dan sesekali menemui fitur yang perlu penyesuaian. Ekosistemnya masih bergerak.

Kalau Next.js adalah inti pekerjaanmu dan waktumu mahal, Vercel masih pilihan yang lebih tenang. Kalau tagihanmu yang mahal, Cloudflare sekarang jalan yang sah. Langkahnya ada di cara deploy Next.js ke Cloudflare.

4. Pengalaman pemakaian

Vercel unggul jelas di sini, dan ini bukan hal sepele.

Vercel dirancang di sekitar satu pekerjaan: menerbitkan situs. Dashboardnya fokus, deteksi frameworknya nyaris selalu benar, dan dari klik pertama sampai situs live jarang lebih dari dua menit.

Cloudflare dashboardnya melayani puluhan produk — DNS, keamanan, jaringan, penyimpanan, dan hosting cuma salah satunya. Kamu akan lebih sering berhadapan dengan berkas wrangler.jsonc dan istilah seperti compatibility_flags.

Buat sebagian orang itu justru bagus — konfigurasinya eksplisit dan ikut ter-versi. Buat yang lain itu gesekan yang tidak perlu.

5. Kalau kamu sudah memakai Cloudflare untuk DNS

Banyak orang sudah memakai Cloudflare untuk DNS dan proteksi, tanpa memakai hostingnya.

Kalau itu kamu, memindahkan situs ke Cloudflare menghilangkan satu lapisan. Domain, DNS, sertifikat, CDN, dan hosting jadi satu tempat. Custom domain selesai dalam hitungan detik tanpa mengurus record DNS manual.

Sebaliknya, memakai Cloudflare sebagai proxy di depan Vercel justru sering bermasalah — verifikasi sertifikat bisa gagal, dan kamu jadi punya dua lapisan cache yang harus dipahami bersamaan.

6. Ekosistem penyimpanan

Cloudflare menyediakan layanan data yang menyatu dengan Workers: penyimpanan objek, basis data SQL di edge, key-value store, dan antrean. Semuanya dipanggil langsung dari kode Worker-mu tanpa konfigurasi jaringan.

Vercel juga punya penawaran penyimpanan dan integrasi dengan penyedia pihak ketiga, tapi modelnya lebih ke menghubungkan layanan luar daripada menyediakan semuanya sendiri.

Kalau kamu membangun aplikasi yang butuh data di dekat pengguna, ekosistem Cloudflare adalah keunggulan nyata. Kalau kamu cuma menerbitkan situs, ini tidak relevan.

Yang setara

  • Kecepatan CDN — keduanya punya jaringan edge global yang sangat baik. Cloudflare punya lebih banyak lokasi, tapi kamu tidak akan merasakan bedanya untuk situs biasa.
  • SSL otomatis — gratis dan otomatis di keduanya.
  • Deploy dari Git — keduanya mendukung, dengan preview per branch.
  • Rollback — keduanya menyimpan riwayat deploy.

Jadi, pilih yang mana?

Pilih Cloudflare kalau situsmu sebagian besar statis dan lalu lintasnya besar, kalau situsmu komersial dan kamu ingin tetap gratis, atau kalau DNS-mu sudah di Cloudflare. Model biayanya sulit dilawan untuk pola pemakaian itu.

Pilih Vercel kalau stack-mu Next.js dan kamu ingin nol gesekan, kalau kodemu butuh pekerjaan berat per permintaan, atau kalau waktu setup lebih mahal daripada tagihan bulanan.

Untuk project pribadi berskala kecil, keduanya gratis dan keduanya bagus — tapi ingat bahwa paket Hobby Vercel melarang penggunaan komersial, dan Cloudflare tidak.

Langkah praktisnya

Kalau Netlify juga masuk pertimbanganmu, lihat Vercel vs Netlify dan perbandingan tiga arahnya di Vercel vs Netlify vs Cloudflare Pages.